hari ini ku masih mennagis,
tak kuasa membendung air mata, yang akan tumpah saat itu juga
berawal dari kabutnya pagi, menuju gerbang utama kampus ITB
tak jauh mata memandangan, disitu ada karangan bunga, tak jelas tulisan di atasnya
masih jauh, belum bisa ku membaca jelas, tapi
semakin mendekat, disitu ada tulisan nama yang ku kenal, selalu lekat dalam ingatan
indah permata ramilais
TK'10
begitu membacanya, air mata ini tumpah, sadarakan sesuatu,
karangan itu mengingatku tentang peristiwa kemaren,
saat ku diberi tahu, kak indah meninggal
Allahu Rabbi.. masih takpercaya, masih merasakan kalau indah masih ada di dunia ini. masih akan berkumpul bersama lagi..
sahabat terbaik kami, kak indah, telah di jemput oleh yang Kuasa,
Dia memanggilnya begitu damai, tapi ini begitu cepat,
masih terbayang kami akan bersama, bermain, kembali, berjalan-jalan wisata keliling kota bandung..
mengejar mimpi, yang kami urai bersama.
dulu sering ku menginap di kosan kak indah, kadang dia malah yang terbaring di lantai, dan aku di kasurnya,
Oh, jahatnya, mengingat itu kembali..
tapi semua itu tak masalah olehnya.
senyumnya yang indah, sesuai namanya, Indah. sangat indah
indah kata-katanya menyenangi teman-teman sekelilingnya.
indah akhlaknya yang baik kepada orang-orang sekelilingnya, mencintai adik-adiknya, mencintai orang tua nya, mencintai keluarga. banyak keindahan yang ia pancarkan, selama bergaul dengan kami
indah perjuangannya, ketika teknik kimia adalah pilihannya, mimpinya sejak awal ketika di SMA,
pilihan jurusan yang sangat ia ingin kan, banyak harapan dan cita-cita yang ingin indah capai, begitu jelas tertulis di dinding kosannya,
tapi Allah punya rencanya, Allah punya yang terbaik untuk indah..
Allah menjemputnya lebih cepat, membawa indah bersama kasih sayang-Nya.
tak kuat, dada ini sesak rasanya, masih menyimpan banyak kenangan tentang dirinya, masih merasakan bahwa kami akan bermain bersama kembali, mengukir sejarah, berharap masih melangkah bersama untuk menggapai cita-kita.
Kak indah, sahabat terbaikku, saudara terdekat ku..
untaian do'a akan selalu ku ungkap kan dalam setiap langkah ku..
membawa kenangan, yang mengingatkan kita, kalau ktita pernah bersama
kak indah, semoga perjalananmu kali ini adalah perjalanan yang sangat indah
berharap kita akan bersua di sana..
ya Allah, ingin ku mengatakan kalau ini bukanlah yang terjadi, tapi air mata ini selalu menjelaskannya..
seberat apa pun kami melepas indah, tapi Engkaulah sang pemilik sejati.
ya Allah, jadikanlah sakitnya selama ini adalah penghapus dosa kak indah
ya Allah, terimalah amal ibadahnya, dan jauhkan lah dari siksa kubur
ya Allah beri ketenangan ketabahan dan kekuatan bagi mama indah, ayah indah, adik-adik indah dan kami shabat-sahabat indah, yang akan selalu mendo'akan indah,
dan pertemukan kami di surga, tempat semua orang impikan.
'allahummafigrlaha warhamha, wa'afiha wa'fuanha, wa akrim nuzulaha wawasiak madqhalah, waghsilha, bilma'i wassalji wal barad"
imar sayang indaaah...
T.T
tak kuasa membendung air mata, yang akan tumpah saat itu juga
berawal dari kabutnya pagi, menuju gerbang utama kampus ITB
tak jauh mata memandangan, disitu ada karangan bunga, tak jelas tulisan di atasnya
masih jauh, belum bisa ku membaca jelas, tapi
semakin mendekat, disitu ada tulisan nama yang ku kenal, selalu lekat dalam ingatan
indah permata ramilais
TK'10
begitu membacanya, air mata ini tumpah, sadarakan sesuatu,
karangan itu mengingatku tentang peristiwa kemaren,
saat ku diberi tahu, kak indah meninggal
Allahu Rabbi.. masih takpercaya, masih merasakan kalau indah masih ada di dunia ini. masih akan berkumpul bersama lagi..
sahabat terbaik kami, kak indah, telah di jemput oleh yang Kuasa,
Dia memanggilnya begitu damai, tapi ini begitu cepat,
masih terbayang kami akan bersama, bermain, kembali, berjalan-jalan wisata keliling kota bandung..
mengejar mimpi, yang kami urai bersama.
dulu sering ku menginap di kosan kak indah, kadang dia malah yang terbaring di lantai, dan aku di kasurnya,
Oh, jahatnya, mengingat itu kembali..
tapi semua itu tak masalah olehnya.
senyumnya yang indah, sesuai namanya, Indah. sangat indah
indah kata-katanya menyenangi teman-teman sekelilingnya.
indah akhlaknya yang baik kepada orang-orang sekelilingnya, mencintai adik-adiknya, mencintai orang tua nya, mencintai keluarga. banyak keindahan yang ia pancarkan, selama bergaul dengan kami
indah perjuangannya, ketika teknik kimia adalah pilihannya, mimpinya sejak awal ketika di SMA,
pilihan jurusan yang sangat ia ingin kan, banyak harapan dan cita-cita yang ingin indah capai, begitu jelas tertulis di dinding kosannya,
tapi Allah punya rencanya, Allah punya yang terbaik untuk indah..
Allah menjemputnya lebih cepat, membawa indah bersama kasih sayang-Nya.
tak kuat, dada ini sesak rasanya, masih menyimpan banyak kenangan tentang dirinya, masih merasakan bahwa kami akan bermain bersama kembali, mengukir sejarah, berharap masih melangkah bersama untuk menggapai cita-kita.
Kak indah, sahabat terbaikku, saudara terdekat ku..
untaian do'a akan selalu ku ungkap kan dalam setiap langkah ku..
membawa kenangan, yang mengingatkan kita, kalau ktita pernah bersama
kak indah, semoga perjalananmu kali ini adalah perjalanan yang sangat indah
berharap kita akan bersua di sana..
ya Allah, ingin ku mengatakan kalau ini bukanlah yang terjadi, tapi air mata ini selalu menjelaskannya..
seberat apa pun kami melepas indah, tapi Engkaulah sang pemilik sejati.
ya Allah, jadikanlah sakitnya selama ini adalah penghapus dosa kak indah
ya Allah, terimalah amal ibadahnya, dan jauhkan lah dari siksa kubur
ya Allah beri ketenangan ketabahan dan kekuatan bagi mama indah, ayah indah, adik-adik indah dan kami shabat-sahabat indah, yang akan selalu mendo'akan indah,
dan pertemukan kami di surga, tempat semua orang impikan.
'allahummafigrlaha warhamha, wa'afiha wa'fuanha, wa akrim nuzulaha wawasiak madqhalah, waghsilha, bilma'i wassalji wal barad"
imar sayang indaaah...
T.T