Selasa, 21 Februari 2012

ku ingin

SEPERTI CINTA ALI DAN FATIMAH

#itu yang ku ingin

Selasa, 31 Januari 2012

indah senyuman mu..

hari ini ku masih mennagis,
tak kuasa membendung air mata, yang akan tumpah saat itu juga

berawal dari kabutnya pagi, menuju gerbang utama kampus ITB
tak jauh mata memandangan, disitu ada karangan bunga, tak jelas tulisan di atasnya
masih jauh, belum bisa ku membaca jelas, tapi
semakin mendekat, disitu ada tulisan nama yang ku kenal, selalu lekat dalam ingatan

indah permata ramilais
TK'10

begitu membacanya, air mata ini tumpah, sadarakan sesuatu,
karangan itu mengingatku tentang peristiwa kemaren,

saat ku diberi tahu, kak indah meninggal
Allahu Rabbi.. masih takpercaya, masih merasakan kalau indah masih ada di dunia ini. masih akan berkumpul bersama lagi..

sahabat terbaik kami, kak indah, telah di jemput oleh yang Kuasa,
Dia memanggilnya begitu damai, tapi ini begitu cepat,
masih terbayang kami akan bersama, bermain, kembali, berjalan-jalan wisata keliling kota bandung..
mengejar mimpi, yang kami urai bersama.
dulu sering ku menginap di kosan kak indah, kadang dia malah yang terbaring di lantai, dan aku di kasurnya,
Oh, jahatnya, mengingat itu kembali..
tapi semua itu tak masalah olehnya.

senyumnya yang indah, sesuai namanya, Indah. sangat indah
indah kata-katanya menyenangi teman-teman sekelilingnya.
indah akhlaknya yang baik kepada orang-orang sekelilingnya, mencintai adik-adiknya, mencintai orang tua nya, mencintai keluarga. banyak keindahan yang ia pancarkan, selama bergaul dengan kami

indah perjuangannya, ketika teknik kimia adalah pilihannya, mimpinya sejak awal ketika di SMA,
pilihan jurusan yang sangat ia ingin kan, banyak harapan dan cita-cita yang ingin indah capai, begitu jelas tertulis di dinding kosannya,

tapi Allah punya rencanya, Allah punya yang terbaik untuk indah..
Allah menjemputnya lebih cepat, membawa indah bersama kasih sayang-Nya.

tak kuat, dada ini sesak rasanya, masih menyimpan banyak kenangan tentang dirinya, masih merasakan bahwa kami akan bermain bersama kembali, mengukir sejarah, berharap masih melangkah bersama untuk menggapai cita-kita.


Kak indah, sahabat terbaikku, saudara terdekat ku..
untaian do'a akan selalu ku ungkap kan dalam setiap langkah ku..
membawa kenangan, yang mengingatkan kita, kalau ktita pernah bersama
kak indah, semoga perjalananmu kali ini adalah perjalanan yang sangat indah
berharap kita akan bersua di sana..


ya Allah, ingin ku mengatakan kalau ini bukanlah yang terjadi, tapi air mata ini selalu menjelaskannya..
seberat apa pun kami melepas indah, tapi Engkaulah sang pemilik sejati.
ya Allah, jadikanlah sakitnya selama ini adalah penghapus dosa kak indah
ya Allah, terimalah amal ibadahnya, dan jauhkan lah dari siksa kubur
ya Allah beri ketenangan ketabahan dan kekuatan bagi mama indah, ayah indah, adik-adik indah dan kami shabat-sahabat indah, yang akan selalu mendo'akan indah,
dan pertemukan kami di surga, tempat semua orang impikan.


'allahummafigrlaha warhamha, wa'afiha wa'fuanha, wa akrim nuzulaha wawasiak madqhalah, waghsilha, bilma'i wassalji wal barad"

imar sayang indaaah...
T.T

Selasa, 24 Januari 2012

BIM-SOETA


kali ini adalah perjalanan yang tersa berbeda dari bisanya. kenapa? yah karena tak biasa saya alami..

berawal ketika akan balik kebandung untuk mengakhiri liburan di Padang, dan akan bertemu dosen esok harinya 17 Januari 2012. hari ini jam 2 hingga jam 4 adalah perjalanan saya di udara dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) ke bandara Soekarno-Hatta (Soeta).

hari ini, dari sejak pagi, Ibu dan saya sudah sibuk mengemasi barang-barang yang akan dibawa, mulai dari ikan goreng balado, obat untuk abang, 'karakaleang', coklat, 'sambalado tanak', lado gilang, semuanya adalah oleh-oleh untuk abang-abang, menantu dan cucu-cucu di jakarta, ibu sudah mempersiapkannya, lalau untuk saya? (hmmmm... ibu yang satu ini ernyata sudah mempersiapkan 'batu lado giliang' untuak saya yang sudah disiapkannya jauh-jauh hari (permintaan saya juga siih hhehe, thanks mom ^^). setelah semua barang ini dikemas, akhirnya saya harus mengangkut 1 koper besar ukuran 20kg dan dua tas jinjing serta tas punggung yang biasa saya kenakan. WOW...... amboooyyyy, saya sendirian lhooo... ottoke? hmmm....

ibu : imar, berat coper ini (nunujuk coper besar) udah lebih  19 kg
saya : oh, ya udah, ntar imar tenteng aja 2 tas ini ke pesawat.

masih mikir, aduuh jatahnya cuma 20kg, kalau over loading bagai mana? udah aah... ntaaar aja dipikirin.

sip, udah beres, manda udah jemput, saatnya berangkat. meninggalkan rumah.
*hiks
beluuuuumm mau baaaliiik :( masihh ingin disini, kenapa liburan begittuuu cepaaat. ooohh. tapi saya harus balik. tariikkk napas, buang pelan-pelan.. tarikk napas lagii buang lagi.. daann..

saya : "mamak imar pai lu yoo... mamak bilo ka bandung? tak pai se basamo kini?"
ibu : "ndaglah lain kali sajo, lah mar lai dangan kecek amak tu, sholat tu jan lalaian, jan bamain-bamain di bandung, beko tangguang surang lah akibatnyo, mak ndag kan manangguang doo.. kok makan di jago, pagi tuu makan yang paralu lu"
(terjemahin aja sendiri :-p)

hwaaaa... ikuut aja yuuuk maaak :(
finnaly tetap berangkat sendiri

tiba di BIM, ambil troli, letakkan barang disana, dorong menju pintu keberangkatan, ambil tiket dari dalam tas, perlihatkan tiket, dorong troli lagi hingga ditempat pengecekan barang, kemudian angkat lagi letakkan di tempat pengecekan barang, ambil lagi letakkan d troli kembali menuju tempat pengikatan barang angkat lagi, letakkan kembali di troli dan dorong lagi tempat chek in.

HUSSSSS, elap-elap keringaaat, sambil pijit bahuu..
Masyaallah beratnya..

sambil mengantri, tiba-tiba mbak-mbak yang di meja chek in executive memanggil
petugas : "mbak-mbak dini aja"
saya : " oh oke mbak"

putar troli ke kiri. uuuh susahnyaaa, trolinyaa macet, push.push.. akhirnya bisa membelok, kemudian tersekat oleh karpet, push.push.... dan akhirnya bisa!1 troli bisa menaik karpet tebal tempat antrian eksecutive yang masih kosng itu. lalu saya langsung mengangkat coper 19 kg itu ke timbangan. ups, ternyata 19,X

petugas : "mbak tiketnya?"
saya : "oh, ini mbak"

tiba-tiba.....

bapak A : dek-dek, adek executive?
saya : melirik kebelakang. terdiam. " hmmm.. oh bukan.bukan pak. Oh, silahkan bapak duluan saja" berharap saya nitip bagasi dengan bapak tersebut, tetapi sepertnya tidak mungkin, karena akan ketahuan petugas.

angkat lagi itu coper ke troli. WOW, udah berapa kali angkat tuh saya?? #itung sendri aja deh >.<

akhirya saya tetap memlih untuk antiran biasa. untuk kali ini haru bisa mulus, langsung chek in.
kembali lagi, angkat coper lagi ke timbangan, kasih tiket ke petugas, dan beres, tinggal 2 tas tenteng yang akan jinjing ke atas pesawat.

WOOOOW >.<
saya masih berharap satu tas jinjing ini harus masuk bagasi. How can I do?
Yak, saya menunggu di dekat pengikatan barang. menunggu siapa saja  yang akan sepesawat dengan saya, berharap bagasinya tidak banyak.
lama menunggu, hampir 10 menit, hari sudah menunjukkan pukul 12.55. saya belum sholat dzuhur >.<. oke tunggu sampe 13.15, kalau tidak ada orang yang memungkinkan, saya akan jinjing barang-barang ini.
beberapa saat kemudian, saya menemukan seorang bapak yang memegang tiket sama dengan saya, ketika ingin chek in, saya langsung menghampiri bapak tersebut

Saya : "Pak, pak bapak naik pesawat X, kan?
Bapak B: "ya betul"
saya : " pak, saya boleh nitp bagasi gak pak? soalnya barang saya kelebihan"
Bapak B : "oh maaf, Saya langsung ke Palembang, tunggu aja bentar lagi, mudah2an ada yang bisa diditipkan"
saya : "oh gitu ya pak, makasi ya, Pak"

menunggu lagii...
selang beberapa saat kemudian, saya perhatikan seorang Bapak dari tempat pengcekan barang, saya teliti lagi, melihat kemana aah Bapak tersebut akan chek in.
*LHO.. kenapa saya jadi berburu Bapak-Bapak. HHhaha :D, pasti mengertilaaah yaaa

oh ternyata sama, pesawat X, bapak itu hanya menenteng sebuah tas, dan sepertinya tidak akan masuk bagasi

saya : "pak, pak tolong di kabek ajo lah tas iko" (sambil memberikan salah satu tas kepada petugas pengikat barang)
petugas pengikat barng : "kok ndag ditenteng se ka ateh?" (sambil melakukan tugasnya)
saya : barek pak, lagian kato petugasnyo, hanyo buliah ciek bawo tas jinjing ka ateh"

beres di ikat, Bapak yang saya pantau tadi masih berada di antrian no 3, lalu saya menghampiri bapak tersebut ke tempat antrian.

saya : "Pak, Pak, Saya boleh nitip bagasi gak, Pak? barang saya tadi kelebihan? maaf ya pak"
Bapak C : bingung, sedikit menjauh, ragu-ragu, sedikit tegang.."hmm, oh ya silahkan, gak perlu minta maaf" (berusaha ramah)
diaam..

giliran Bapak C check in, lalu saya mengangkat tas yang sudah di ikat tadi ketimbangan, dan BERES :)
hmm.

saya : "makasii yaaa, Pak"
Bapak C : "ya, ini boarding pass nya" sambil berlalu pergi, sedang saya mengembalikan troli kepada petugas yang sedang lalu..

OKE, sip alhamdulillaaah, barang beres, saatnya memnunaikan kewajiban, sholat dzuhur+ashar. beres sholat langsung masuk ruang tunggu.

LHA, LHO, lhaaa tadi yang di laser boarding pasnya si bapak tadi, masalah gak yaaa..
hmmm..ntar jadi masalah gak yaaa? addduuh gimana ini? ah, bismillah, mudah-mudahan tdk bemasalah. sambil di ruang tung mencaricari bangku yang kosong, eh tiba-tiba melihat dengan seseorang 'uda' yang sedang asik ngobrol dengan seorang Bapak (Bapak again, hhhaha :D), kemudian memanggilnya dan menyapa dari kejauhan. karena segan, tidak ingin menggangu pembicaraan mereka akhirnya saya meilih duduk tidak jauh dari situ, akhirnya saya duduk di depan ibu dan bapak yang sedang asik dengan cucunya (sepertinya) dan seorang ibu muda yang mengendong anaknya.

kemudian mengeluarkan handphone,liat jam,  ternyata sudah mepet, ah, ntar aja menghubungi abang atau mamak. tiba-tiba..

ibu di sebalah saya : "itu yang kecil pake asuransi lengkap atau setengah ya?" sambil nunjuk anak yang di depan saya, cucu ibu-ibu di depan saya
saya : "ha? maksudnya bu? saya enggak tahu bu..?"
ibu di sebelah saya : " oh tidak tahu ya? bukan anaknya ya?"
saya : "ha, bukaan bu" (senyum nyengir ^~^)

selang kemudian..

Bapak C : "dek-dek, adek yang nitip barang ke saya tadi kan? barangnya tidak barang-barang terlarang kan?
saya : "oh, enggak kok pak, itu makanan, titipan ibu saya buat abang-abang saya, beneran kok pak"
Bapak C : "iya ntar kalau barangnya bermasalah, kan yang kena ntar saya"
saya : "benar kok pak, insyaalah, enggak pak, beneran itu makanan pak, bapak boleh cek kok, boleh cek sekrang silahkan pak" (sambil mengangkat tas yang saya bawa)
Bapak C : melirik tas yang saya angkat. beneran kan, bukan-bukan barang terlarang, zaman sekarang siapa tahu aja kaaan,
saya : (hampir mengulang kata yang sama) " bapak boleh cek kok tas saya sekarang, atau bapak mau nomor telepon saya, ini no hp saya 08526349xxxxx, i.allah enggak kok pak.
Bapak C : oh baiklah.. naik pesawat X, kan?
saya : "iya pak"

oke sip dialog meyakinkan selesai. bapak tersebut langsung mengambil antrian untuk masuk pesawat

--> simak lagi dialog saya di atas? ada kejanggalan kahh?
apa hayooo :) ada 2 kejanggalan di sana, yang bisa nebak saya kasiih hadiiiaaaah... ^^V


panggilan masuk pesawqt sudah diumumkanoleh operator bandara, saya dapat seat :29F. Oh, itu paliing belaaakaang >.< ohh tak papa laah.. toh sama-sama di pesawat. karena saet paling belakang, maka anrti paling belakang. sesalu yang tidak mengenakkan ketika masuk pesawat..

pramugari : selamat dataaang bu?

bu? yah bu? orang-irang berjilbab di panggil bu? atau hanya saya saja? BU? ya, oke, BU, tapi untuk 5 tahun kedepan >.<

searching my seat.. akhirnya nemu. posisi dua dari bang ku belakang ternyata di seblah kanan, karena di kanan untuk bangku  D E F. oh belum ada duduk. YES, bisa ambil deket jendela. setelah meletakkan berang di bagasi, saya langsung duduk, membuka majalah, mematikan handphone, dll  (apa saja yang bisa say utak-atik saat itu)

selang beberapa saat kemudiaan datang segerombolaaan Bule, menuju ke araaah sayaa..
OOOW... aroma-aroma tak sedap mulai tercium?
lho kok? keringaaatannyaa itu lhhoo..
setelah tengok-tengok ke kiri, kebelakang, semuaaanyaaa BULE >.<
*Ya Allah saya di kepung bulee  berharap saya bisa bertukar tempat dengan siapa saja, tapi saya tak melihat yang mungkin >.<

seorang bule sedang meletakkan barangya di bagasi, sepertinya akan duduk di sebelah saya..

dengan sedikit mikir..

saya : "do seat  here?"
Bule : "yes, I take one here"

kemudian sang bule, duduk di sebelah saya, disusul temannya, dan ternyata kursi di belakang saya, telah berjajar di 3 bule. 3 jejran bangku sederetan saya (sebalah kiri) juga teman-temannya
oh, saya benar-benar dikepung :(.
bayangkan saja, badan saya yang sangat mungil ini, di kepung oleh badan2 bule yang besar-besar. hingga, saya haru memepet-mepetkan badan saya ke dinding pesawat agar tidak mengenai bule disebalh saya, apalagi ia mengunakan baju tanpa lengan

OH, huufft, Ya Allah, lindungii imaaar. tanpa sadar tenrnyata pesawat sudah berjalan dan akan take off,
oia belum pakai sabuk. pasang sabuk, baca do'a. beres do'a, belum take off, lihat kedepan, oh ternyata BULE jugaaa >.<
OH, dia hanya seorang BULE di deretan depan, sepertinya bisa tukar tempat, tapi udaaah take off :(

Sedikit ragu, saya mulai bertanya, mungkin ini saatnya mempraktikan bahasa inggris saya
saya : "sir, where do you from?"
bule : "oh, I'm from Australia, and you?
saya : "I'm from Padang?"

Selasa, 20 Desember 2011

happy anniversary UKM 2010



tetap jaga iramanya, yo sanak



Jumat, 16 Desember 2011

MY RABB



MENTIONED ALLAH IN EVERY YOUR STEP


 

IBU





bersinar kau bagai cahaya
yang selalu beriku penerangan
selembut sutra kasihmu ’kan
selalu rasa dalam suka dan duka

kaulah ibuku cinta kasihku
terima kasihku takkan pernah terhenti
kau bagai matahari yang selalu bersinar
sinari hidupku dengan kehangatanmu


bagaikan embun kau sejukkan
hati ini dengan kasih sayangmu
betapa kau sangat berarti
dan bagiku kau takkan pernah terganti

Selasa, 13 Desember 2011

Pulang gak yaa?

Alahamdulillah, Semester 3 ini, mulai berakhir.
begitu cepat waktu ini berlalu. Padahal serasa baru kemarin imar jadi Mahasiswa, Baru kemarin masuk gerbang ITB, baru kemaren tepuk-tepuk tangan di sabuga, baru kemarin pake name tag dan atribut lainnya (baca: OSKM) baru kemarin di PPAB, baru kemarin dilantik jadi anak Himpunan. MasyaAllah imar, ternyata sudah banyak yang di lewati.
eh, sekarang udah di tingkat 2 aja.
"waktu akan terus berlari, sehingga takkan pernah bisa mengejar watu yang telah terlewat"
AllAHUAKBAR!

sekarang...
Udah dapat apa ya? berubakah? menjadi lebih baik kah? atau sebaliknya?
#mari Muhasabah!

minggu-minggu terakhir semester ini, semua mahasiswa sibuk ujian, tak ketinggalan dengan sibuk dengan keberangkatan pulangnya di kampung halamannya. GIMANA dengan imar? Sibuk juga kah dengan kepulanggannya?

entah lah, sepertinya tidak. Yups, besar kemungkinan gak akan pulang liburan semester ini. itu artinya, imar udah gak pulang ke Padang, setahun lebih!!
WOW, noyib ya guee -_____-".
hhaha, mungkin ini terkesan berlebihan bagi mahasiswa jaman 'katumba' dulu. mereka udah biasa gak pulang-pulang sampe lulus-wisudaan. Tapi sekarang, generasi imar adalah orang-orang yang sering pulang ke kampung halamannya. Pulang ke rumah bertemu orang tua, berkumpul dengan keluarga dan teman-teman SMA, SMP, SD, bahkan TK. apa lagi, buat anak-anak yang jarak kampus-rumah hanya sejam-an-lima jam-an. UH, hampir tiap minggu pulangnya. tapi ada juga, mahasiswa yang gak pulang-pulang, padahal rumahnya di sekitar jawa barat. dekat dengan Bandung. tanya kenapa? paling mahasiswa itu banyak aktivitas di kampus, ato aktivitas lain yang menyibukkan, sehingga tak sempat pulang. Atau alasan lain, MALAS. hhaha, ini alasan yang tidak bai

Hhuhuhu....
bagai mana dengan rumahnya yang jauh, bisa di tempuh sejam-tiga jam, tapi ongkosnya, Subhanallah MAHAL? #mikir-mikir dulu kali yeeee.... :-P


Sekarang cerita kuu...
kenapa imar gak pulang?

huhuu.... T____T
jawaban yang sulit untuk di ungkapkan.

banyak yang nanya, "kok gak pulang mar? ndag 'taragak' (baca:kangen)rumah?"
imar jawab : "enggak kok" (the simple answer)

setelah itu mikir-mikir lagi.
Iyaaa kaah?


-----------------------------------------------------------------------------------


seriiring berjalannya waktu, teman-teman udah dapat tiket pulang, soarak-sorai pulang udah berdeuru.
huhu....

seriiring berjalanan waktu juga, (sepanjang minggu terakhir kuliah dan mingu-minggu UAS), Allah menguji imar. Imar mulaik sakit =='. diare, demam, flu, masuk angin, batuk-batuk. Subhanaallah...
#INDAH NIKMAT SEHAT ITUUUUU

hingga pernah suatu kali..
di dalam kamar kosan, lagi tidur2an, tiba-tiba lemaaas, banget rasanya tubuh ini. seolah tak mau bergerak. ternyata baru ingat. belum ada makan sejak tadi pagi >.< Astaghfirullaha;'adziim Ya allah gimana ini? imar mau sehat, gak mau sakit.. kuat kan ya Allah, imar mau sembuh.. Kaki masih lemes, air mata mulai menetes T____T sakit Ya Allah. trus bedzikr, bertahmid, beristghfar. Adzan bekumandnag, Waktu Isya mulai masuk.. kaki ini masih lemes.. masih terus nangis.. tiba-tiba ambil hanpdhone, telpon mamak. denger suara mamak, tangisan ini makin deras, terisak Astaghfiruullah, terdengar suara panik di sebrang sana. suara linglung, cemas, seperti tak tahu mau berbuat apa. "kesitu mamak nak?" Ya Allah mau jawab apa... dalam hati klu pun iyya, hal pertama yang imar lakukan ketika bertemu dengannya, adalah menghamburkan tubuh ini kepelukannya. Ya Allah imar, kangen, imar rinduu sama mamak. kangen sama masakannya, omelannya, celoteh2nya. benakah jawaban imar beberap hari yang lalu?




lama tak menjawab karena masih terisak-isak. nangis. mengeluhkan sakitnya.
hanya suara mamak yang terdengar di sana yang menasehatiku, bercampur dengan suara isak tangis ku.
akhirnya beberapa lama kemudian, tangisan ini mulai mereda..

"udah? gak apa lagi kan? abis ini minum obat buat teh pahit ya?"
"iyaa, mak, maaf. Asslamu'alikum"

selang beberapa saat, rasa penyesalan ini timbul?
KENAPA IMAR MENELPON MAMAK DALAM KEADAAN MENANGIS?
#rASANYA ITU ADALAH HAL YANG JAHAT YANG IMAR LAKUIN

Gimana enggak? tidakah kau memikirkan gimana cemasnya mamak di rumah. betapa paniknya ia. betapa bingungnya ia. Menambah bebabn pikirannya saja. Bukan membahagiakan dapat telpon dari anaknya, malah bikin mamak ngosngosan, panik.
Seorang Ibu pasti akan panik, ketika terjadi sesuatu yang tidak baik pada anaknya.Ibu lah yang paling pertama cemas.
#ASTAGHFIRULLAHA'ADIIZM..(istighfar sebanyak-banyak)

sesal ini,membuat imar sulit tidur, oia belum sholat isya....

---------------------------------------------------------------------------------

Sekarang tentang pulang..
karena sesungguhnya kerinduan ini sangat-sangat besar, pastinya besar banget keinginnan untuk pulang.

tapi ini dengan pikiran positif!
Walau kerinduan yang membuncah, walau keinginan untuk pulang ke Padang, bertemu mamak, makan masakan mamak (TERUTAMA GULAI KAPALOIKAN + ASAM BALIMBIANG & GULAI TAUCO), bertemu dengan lingkungan Padang yang nyaman, tidak seperti disini, Banyak MALING! rumah-rumah yang setiap orangnya kita kenal (tidak seperti disini! rumah yang rapat, berdempet-dempet, tapi tak satu pun yang kenal). Imar tetap memutuskan gak PULANG!

bukan karena ongkos ato bla.blanya.
tapi ini masalah, keURGENTan!

Untuk saat ini, ketika pulang tak banyak hal yang bermanfaat untuk dilakukan (kt. mamak). Walaupun sebenarnya ada (ZOOM IN 2012, hhehe maaf ya Bu Kadiv dan ketua :D). lagian liburnya cuma 3 minggu.

#mikirlagi...
bener juga, lagian belum ada 'sesuatu' yang bisa imar persembahkan untuk mamak ato pun orang2 yang ada di kampung, kecuali cerita-cerita saya selama jadi mahasiswa, hhehe..

saran mamak..
mending cari geitan yang lebih bermanfaaat di sana, misal, belajar b.inggris, ngisi waktu dengan menghafal Alquran (dari dulu mamak pegen punya turunan yang hafal AL-QURAN) dan lain-lain. dan imar memutuskan untuknya mau ke kampung ingris, dan alhamdulillah di izinkan. tapii..... ....